Posted by: agriculturesupercamp | December 19, 2007

Peluang Bisnis Budidaya Ikan Balita

 Foto : Koleksi Franz J.B.

Permasalahan tidak selalu melahirkan kesulitan. Agus Abdurahman, petani ikan konsumsi di Cianjur, berhasil menyulap permasalahan menjadi sebuah keberuntungan. Pria ramah ini mengaku belajar membudidayakan ikan konsumsi semenjak ia masih duduk di bangku SD. “Sekarang saya menspesialisasikan diri sebagai peternak ikan konsumsi jenis Nila dan ikan mas,” Terangnya sambil membopong induk ikan mas yang tengah hamil.

Usaha ikan yang ia tekuni diawali dengan menjadi pemasok bibit ikan menuju Waduk Cirata. Namun, wabah virus herpes yang merebak pada tahun 2002 membuat permintaan benih ikan di waduk cirata menjadi tersendat. Hal seperti itu tidak membuat Agus mejadi patah arang.

Agus lantas melirik masyarakat kota sebagai pangsa pasar pengganti. “Saya membaca trend gaya hidup sehat sedang banyak dianut oleh masyarakat kota,” terang Agus sambil mengawasi anak buahnya yang sedang emanen ikan nila balita. Melalui produk olahan seperti ini Agus bisa memperoleh banyak keuntungan. Hasil penjualan ikan balita olahan jelas berlipat dibandingkan dengan hasil penjualan bibit. Biaya prosuksi jauh lebih irit, risiko usaha lebih kecil, siklus perputaran modal lebih pendek, sehingga untung capat didapat.

Agus memproduksi dua jenis ikan balita. Ikan mas muda dan bayi ikan nila. Harga ikan tersebut terpaut jauh. Ikan nila muda dijual seharga Rp35.000 Sedangkan bayi ikan mas dihargai sebesar Rp 45.000 Namun demikian, menurut pengalamn Agus, pemeliharaan bibit ikan nila justru lebih sulit bila dibandingkan dengan ikan mas. “Jika disebar di sawah, bibit ikan nila sering rusak. Sisiknya banyak yang lepas,” terang Agus.

Pembibitan ikan balita hingga siap dipanen bisa dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama yaitu pembenihan. Telur yang telah dihasilkan oleh induk ditetaskan dan dipelihara dalam kolam pembenihan sampai usia 15 hari. Selepas itu, ikan mungil yang sering dijuluki sebagai kebul itu ditabur menuju sawah. Cara budidaya seperti ini sering disebut sebagai tenik minapadi. Bayi-bayi ikan itu siap dipanen dan digoreng setelah berusia 30 – 45 hari. Ikan balita berukuran sebesar ibu jari kaki orang dewasa.

About these ads

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: