Posted by: agriculturesupercamp | January 25, 2008

Air Mancur Sebagai Filter Udara

Air Mancur

Filter Cantik Penyerap Zat Polutan

air-mancur.jpg

 Foto : Koleksi Franz J.B.

       Fungsi air mancur (water feature) di taman bukan hanya sebatas pemanis.  Akeseoris taman ini ternyata memiliki manfaat yang tidak jauh berbeda dengan tanaman.  Water feature bisa difungsikan sebagai filter udara.  Keberadannya bisa menyaring beragam zat pencemar dan beracun yang bergentayangan di udara.

Hujan adalah filter udara ciptaan Tuhan dalam ukuran raksasa.  Anda bisa menyaksikan proses penyaringan udara yang berlangsung di alam dari atas gedung.  Sebelum hujan turun, sementara aktifitas mesin di perkotaan terus berlangsung, udara kota terlihat berkabut.  Kumpulan kabut asap itu membentuk sebuah lapisan berwarna kecoklatan di angkasa.  Bila lapisan berwarna cokelat itu terlalu sering dihirup, gangguan pernafasan pasti disandang.  Contohnya radang penemonia alias paru-paru basah.  Asap kabut dan gas cokelat itu lenyap seusai terjadi hujan lebat. Langit Jakarta kembali biru, Anda pun bisa menghirup udara segar lagi.

Filter udara ciptaan Tuhan seperti itu bisa Anda tiru secara mudah.  Anda bisa membangun sebuah air mancur mungil di pekarangan.  Langkah ini sangat cocok diterapkan terutaman bagi pemilik rumah yang berlokasidi pinggir jalan raya atau di sekitar kawasan industri.

pancuran-2.jpg

 Foto : Koleksi Franz J.B.

Proses filterisasi udara terjadi melalui peristiwa difusi dalam kucuran air seperti ini.

Zat-zat beracun bisa terserap melalui pancaran air yang keluar dari lubang nozel air mancur.  Atau bisa juga berdifusi langsung dalam pergerakan air. Agar terlihat unik dan cantik, Airmancur bisa digabungkan dengan kolam atau taman air.  Berbagai gas beracun dan polutan yang terlah tercampur dalam air bisa dimanfaatkan dan diserap oleh tanaman air.  Dalam proses fotosintesa, tumbuhan mengolahnya sebagai bahan nutrisi yang penuh manfaat.  Hasil dari proses fotosintesa adalah oksigen.  Berbagai tanaman air berbunga cantik yang bisa dipilih diantaranya yaitu eceng gondok, melati air, water poppy, teratai, lotus dan iris

Semoga paru-paru Anda menjadi lebih sehat (Franz J.B.)

   

Posted by: agriculturesupercamp | January 25, 2008

Nursery & Barang Bekas

Nursery & Barang Bekas

Inovasi Cerdas dalam Berinvestasi

hidropnik.jpg

 Foto : Koleksi Franz J.B.

Properti : Parung Farm

Cobalah tengok aliran sungai di Jakarta.  Di dalamnya, Anda bisa menemukan puluhan jenis barang rongsokan mengapung dan menghambat aliran air.  Pernahkah Anda berfikir dan mengamati aneka barang bekas yang mengapung di sungai itu?  Apa saja jenisnya dan masih bisa kah dimanfaatkan  Styrofoam dan gelas plastik bekas pengemas air mineral adalah benda yang paling banyak mengapung di perairan Jakarta.  Bagi orang-orang kreatif dan arif, benda-benda seperti itu bisa disulap menjadi barang penuh manfaat.

                 Hermanto, pengusaha tanaman hias di Tangerang adalah salah satunya.  “Saya sering lho ditertawain orang gara-gara memungut styrofoam bekas kemasan buah di supermarket.  Padahal bagi saya benda tersebut masih memiliki manfaat banyak buat tanaman,”papar Hermato, petani tanaman hias di Tangerang. Ribuan tanaman hias di kebunnya terlihat tumbuh kompak berkat busa bekas kemasan buah. 

                 Stres dialami tanaman seusai menjalani perjalanan jauh.  Kondisi seperti itu sering dialami terutama oleh tanaman yang baru diimpor.  Umumnya tanaman itu akan layu.  Sehingga tangkainya menjadi terkulai.  Bila keadaan ini tidak diatasi, penampilan tanaman menjadi tak menarik.  Tajuknya yang terbentuk menjadi tidak kompak.

                  Setelah tanaman tiba di nursery,  Herman langsung merendam akar tanaman itu dalam larutan antistres.  Ramuan itu adalah vitamin B1 untuk tanaman.  Langkah berikutnya, tanaman ditanam dalam media tanam yang sudah diracik.  Agar tangkai daunnya tanamanya bisa tumbuh tegak,  Hermanto membelongsong tanaman tersebut dengan styrofoam bekas pembungkus buah.

                “Benda ini memiliki banyak lubang, sehingga tanaman di dalamnya tidak busuk.  Selain itu, pembungkus bekas ini juga tahan air.  Jadi bisa awet,” kata Hermanto menuturkan keunggulan styriofoam bekas pembungkus buah.

                  Herman juga memanfaatkan styrofoam bekas pembungkus barang-barang elektronik. “Benda ini sangat bagus   dipakai sebagai landasan media tanam.  Fungsinya sebagai lapisan darinasi dalam pot,” ungkap Herman. 

                 Cara membuatnya sangat mudah.  Busa bekas pengemas elektronik diiris-iris sehingga berbentuk balokan-balokan seukuran ibu jari tangan orang dewasa.  Setelah itu, irisan balok tersebut dimasukkan ke dalam pot.  Tepatnya dibadian paling bawah di dalam pot.  Setelah itu media tanam ditimbunkan di atasnya sembil menanam jenis flora yang Anda sukai.

                 Barang bekas lain yang bisa Anda manfaatkan sebagai sarana pendukung “Hobi Hijau” yang Anda tekuni yaitu gelas plastik bekas kemasan air mineral.  Parung farm, sebuah perkebunan organik di Sawangan bogor telah memanfaatkan benda ini sebagai tempat menanam sayuran hidroponik sekala rumah tangga. 

                 Peranti hidroponik seperti ini bisa dilengkap dengan timer ekeltronik.  Alat ini bertugas mengatur kerja pompa air yang mendistribusikan larutan pupuk kepada tanaman.  Dengan demikian, Anda tak perlu repot-repot menyiram tanaman.

                 “Saya senang berkunjung ke pasar loak.  Di sana bisa saya bisa mendapat banyak barang bermanfaat, papar Sudibyo Karsono, pemilik Kebun organik Parung Farm sekaligus pencipta peranti pengairan hidroponik otomatis. Barang-barang bekas lain yang dimanfaatkan oleh Dibya yaitu boks tempat makan yang dimanfaatkan sebagai kotak pelindung timer, Botol bekas airmunim ayam, dan nampan plastik.

                 Dengan sistim hidoponik mungil ciptaan pria yang akrab dipanggil Dibyo tersebut, pehobi bisa memanen sayur secara rutin langsaung dari dapur.    Tak lagi repot berbelanja sayur ke pasar.  Energi dan biaya bensin ke pasar bisa disubsidi silangkan untuk melengkapi lauk atau hal lain yang lebih bermanfaat.

                Makanya, Jangan buang percuma barang bekas.(Franz J.B.)   

Posted by: agriculturesupercamp | January 25, 2008

Mengendalikan Hama Tanpa Racun

Usir Serangga

Lebih Aman Tanpa Racun

tanpa-pestisida.jpg

 Foto : Koleksi Franz J.B.

Serangga tidak perlu dibunuh.  Dihalau saja sudah cukup.  Beragam ramuan alami bisa di gunakan untuk menghalau serangga.

Sikap serakah manusia sering membuat nasib mahluk lain menjadi kian terjepit.  Contohnya serangga.  Binatang berkaki enam ini dijuluki hama lantaran sering dianggap merugikan manusia.  Maka tidak heran bila keberadaan serangga selalu dianggap sebagai ancaman. 

Terciptalah pestisida.  Senjata kimia pembasmi hama.  Namun, senjata pembantai serangga ini ternyata justru melahirkan dampak merugikan bagi penciptanya.  Pestisida sintetis bisa menganggu kesehatan dan kelestarian lingkungan hidup.

Berikut ini akan diuraikan beberapa cara arif mengendalikan populasi serangga di kebun.  Cara pertama bisa dilakukan dengan menolak serangga dengan aroma.  Berbagai tanaman beraroma khas bisa di gunakan sebagai tanaman penolak serangga.  Tanaman seperti ini bisa ditanam secara tumpangsari dengan tanaman pokok yang dibudidayakan.  Contoh tanaman itu yakni tomat, bawang daun dan bwang merah.

Aroma yang dihasilkan oleh tanaman juga bisa digunakan untuk menarik perhatian alias menipu binatang pemangsa daun itu.  Sehingga serangga bergerombol di atas pohon penjebak.  Tanaman pokok pun terhindar dari incara serangga.  Contohnya yaitu tanaman tagetes, selasih dan kemangi.

Tanaman berdaun lunak dan memiliki daya tahan lebih lemah juga bisa dipakai sebagai tanaman penjebak.  Dengan cara ini diharapkan serangga lebih senang memilih tanaman penjebak, lantas memangsa tanaman tersebut sampai kenyang.  Tanaman pokokpun menjadi terlupakan dan selamat.  Contoh tanaman penjebak yaitu tanaman jagung varietas lokal.

Adakalanya Anda harus menyemprotkan zat-zat penghalau serangga.  Abnda bisa meramunya sendiri.  Contongnya dengan campuran air dan bawang, campuran daun tembakau, campuran air daun tomat, campuran daun mimba dan campuran daun sirsak.

Cara lain agar tanaman Anda terhindar dari incaran hama yaitu dengan jalan menanam tepat pada musim tanam yang benar.  Dengan cara seperti ini kondisi fisik tanaman menjadi vit.  Sehingga bisa tetap berproduksi secara optimal, meski beberapa beberapa helai daun harus sedikit dikorbankan untuk menu haria serangga.

Tentu tak akan menimbulkan kerugian besar bila Anda rela berbagi sedikit rejeki dengan serangga. Semakin Banyak Anda menanam, semakin banyak pula Anda menuai.  Artinya, semakin bnyak memberi, semakin banyak pula Anda menerima.

Semoga kita bisa menjadi petani yang kian arif (Franz J.B).

  

Posted by: agriculturesupercamp | January 25, 2008

Bijak Memilih Pestisida

Kenali Istilah & Merk Dagang

memilih-pestisida.jpg 

 Foto : Koleksi Framz J.B.

              Aneka pestisida dengan berbagai merk dagang kerap membuat pehobi tanaman hias merasa kebingungan.  Terkadang rasa bingung semakin diperparah dengan penawaran produk baru yang dilakukan oleh pelayan toko.  Artikel berikut ini semoga bisa menjadi obat rasa bingung yang sering menjangkit ketika Anda hendak memilih pestisida.

              Pestisida yang dijajakan di gerai umumnya memiliki kandungan aktif yang sama.  Barang dagangan tersebut diperjualbelikan dengan merk dagang bermacam-macam. Akibatnya, banyak pestisida yang sebenarnay memiliki fungsi yang sama dijual dengan merek berbeda.  Kondisi inilah yang sering membuat konsumen kebingungan.

             Menurut jenis mahluk sasarannya, pestisida dibedakan menjadi beberapa golongan.  Pestisida pembunuh tungau disebut akarisida.  Contohnya yakni Kelthene MF dan Trition 4 E.  Bakterisida berfungsi untuk membunuh bakteri.  Misalnya Agrept, Agrimycin, Bacticin, Tetracyclin, Penisilin, Streptomycin.  Sementara itu, fungisida adalah zat pembunuh jamur.  Contohnya adalah Benlate, Dithane M-45, Antracol 70 WP, Cupravit OB 21, Delsene MX 200, Dimatan 50 WP. 

             Zat lain yang termasuk pestisida yaitu Herbisida.  Zat ini bermanfaat untuk mengendalikan populasi tumbuhan penganggu alias gulma.  Contohnya adalah Gramoxone, Basta 200 AS, Basafon 85 SP, esteron 45 P, dan Paraquat.

             Insektisida adalah pestisida yang berfungsi untuk membunuh serangga.  Contohnya adalah Thiodan, Carbofuran, dan Tamaron.  Sedangkan Rodentisida adalah pestisida pembunuh tikus,  Misalnya Racumin, Ratikus RB, Ratilan, dan Ratak.

             Anda juga disarankan agar mengenal berbagai istilah dalam dunia pestisida.  Berbagai formulasi dan cara pemakaian sering tertera dalam bentuk singkatan.  Misalnya EC ( emulsifiable concentrate).  Pestisida seperti ini diaplikasikan sebagai bentuk semprot.  EC terdiri atas pestisida dalam pelarut organik ditambah dengan agensia emulsi. EC umumnya mengandung sat beracun sebesar 50%.

             Singkatan lain yaitu WP (wettable powder).  Berbentuk serbuk atau talk. WP mengandung zat beracun berkisar antara 50 – 85%.  WP umumnya memiliki nama dagang MIPC.

             Insektisida yang tidak dapat larut dalam air atau minyak sering disebut sebagai flowable atau F.  Tipe ini berbentuk pasta.  Salahsatu contohnya adalah Furadan F.

             Pestisida berbentuk tepung yang dapat terlarut dalam air disebut sebagai water soluble powders atau disingkat SP.  Sementarai itu, pestisida berbentuk konsentrat disebut sebagai ultra low volume atau disingkat ULV.  Mengandung zat beracun dalam konsentrasi tinggi.  Diaplikasikan langsung tanpa diencerkan dengan air. Pestisida juga sering dijajakan dalam bentuk granule atau G.  Umumnya mengandung zat beracun berkisar antara 3 – 10%.

             Tiap merk dagang, umumnya memiliki aturan pakai yang berlainan.  Jadi disarankan agar Anda membaca aturan pakai terlebih dulu sebelum mengaplikasikan pestisida yang sudah Anda beli.

              Semoga Anda kian bijak memilih dan menggunakan pestisida (Franz J.B). 

Posted by: agriculturesupercamp | January 25, 2008

4 Unsur Kehidupan di Krakatau

4 Unsur Kehidupan di Krakatau

Tanpa hati yang peka, jiwa petualang itu hampa.  Sebab, perasaan puas sering menyeret seorang penjelajah tersesat dalam rimba kesombongan.

letusan-3.jpg  

 Foto : Koleksi Franz J.B.

 Duduk santai menghadap kawah anak krakatau bisa membuat kita semakin menyadari asal-muasal kehidupan. Menu pemandangan yang disuguhkan sangat lengkap.  Semua unsur penyusun kehidupan tersaji dalam sebuah pemandangan yang indah.  Air, tanah, angin dan api.  

Jauh dari pencemaran

Anda bisa menyaksikan air laut yang berwarna biru tanpa dinodai oleh sampah dan bercak hitam minyak industri.  Air laut juga menghadirkan energi lembut yang menjelma sebagai suara debur ombak.  Sementara itu, unsur tanah terlihat sebagai gugusan pulau dan gundukan gunung anak krakatau yang aktif.  Dari dalam perut anak gunung itu singgah unsur api yang berwujud lelehan magma yang setiapkali disemburkan menerobos mulut kepundan.

Pemandangan air lain yang bisa Anda saksikan yaitu aktivitas nelayan.  Sebagian penduduk Pulau Sebesi menggantungkan hidup dari kemurahan laut.  Kualitas ekologi laut di daerah itu masih terjaga baik.  Belum tercemar oleh tumpahan minyak industri, solar kapal dan timbunan sampah.  Sehingga beraneka jenis ikan betah singgah di kawasan perairan Kepulauan Krakatau dan Sebesi.  Fauna itu menjadi menu harian penuh gizi bagi penduduk setempat.

Nelayan di sana pintar mengundang perhatian ikan.  Mereka  menggunakan bantuan rumpon sebagai alat pengundang ikan.  Rumah tipuan ikan itu dibuat dari daun pohon kelapa yang sudah kering. Bahan baku rumpon semacam ini sangat berlimpah di sana. Daun kelapa kering dirangkai lalu diikat ,diberi pemberat yang terbuat dari karung berisi pasir.  Sebagai tanda, nelayan kreatif itu memasang pelampung yang dibuat dari botol bekas pengemas air mineral. Juntaian daun kelapa yang melambai-lambai di dalam air terlihat seperti gangang.  Beraneka ikan pun menyelinap di antara ganggang palsu itu.

kepundan.jpg

 Foto : Koleksi Franz J.B.

Menginap di Sebesi

Perjalanan menuju Krakatau bisa diawali dari Pelabuhan Canti.  Tempat ini berlokasi di Kecamatan Raja Basa, Lampung Selatan.  Hanya ada dua kali jadwal pelayaran di pelabuhan itu.  Yakni pada pagi hari pukul 6 dan siang hari pukul 2. 

Aktifitas Pelabuhan Canti cermin perekonomian Pulau Sebesi dan Kepulauan Krakatau.  Dari pelabuhan ini, Anda sudah bisa menebak mata pencarian penduduk pulau yang akan Anda tuju.  Umumnya, kapal yang bersandar di Dermaga Canti dipenuhi oleh muatan berupa buah kelapa dan petai.  Itulah hasil bumi andalan penduduk di pulau Sebesi.

Perjalanan dari Pelabuhan Canti menuju Pulau Sebesi memakan waktu 3 – 4 jam.  Adakalanya Anda harus merelakan diri berdesakan dengan kerbau atau binatang ternak lain selama di dalam kapal.  Sesampainya di Pulau Sebesi, Anda bisa menyewa penginapan.  Bila Anda 5tertarik menyaksikan aktivitas anak

Krakatau, maka Anda harus menyewa kapal dari pulau Sebesi.  Perjalanan itu memakan waktu 2 jam.  Agar lebih aman, disarankan setelah sampai di kepulauan krakatau Anda melaporkan diri lebih dulu ke pos penjagaan.  Tempat ini berlokasi di pulau Panjang. 

Agar bisa menyaksikan letupan magma dari kawah, Anda harus berlayar menuju arah selatan Anak Krakatau.  Sebab, lubang kepundan raksasa laut ini terletak di puncak sebelah selatan. Ketika magma meledak dari kepundan, Anda bisa melihat batuan seukuran kerbau yang masih berpijar terlempar tinggi, lalu jatuh menggelinding ke laut.

Usai berkunjung, dijamin jiwa Anda kembali bugar (Franz J.B.)

Posted by: agriculturesupercamp | December 21, 2007

Cerdas Mencermati Bisnis Anthurium

anthurium4.jpg

 Foto : Koleksi Franz J.B.

Ratusan juta rupiah dari helaian daun anthurium telah membuat banyak orang tergiur ikut meraup untung dari daun tanaman keluarga araceae itu. Maka tidak heran bila banyak orang terhanyut dalam mimpi dan harapan kemilau daun anthurium.

Mimpi dan berharap memang tidak ada yang melarang. Sebab, hidup lebih indah itu berawal dari sebuah idealisme yang bersumber dari mimpi dan harapan indah.
Akan tetapi, agar tidak terhanyut dalam mimpi dan harapan indah kosong, disarankan agar Anda menyesuaikan dengan kondisi riil yang sedang Anda sandang.
Demikian pula dengan bisnis anthurium. Ikut berbisnis anthurium memang tidak ada yang melarang. Maraknya bisnis anthurium saat ini lebih diwarnai oleh tren. Bisnis seperti itu banyak dianut oleh para spekulan. Tanpa pengalaman yang memadai dan network yang cukup, bisnis berbau spekulan seperti ini sangat riskan dan tidak dianjurkan dilakukan oleh pemula.

Bisnis berbau spekulasi seperti ini sangat mirip seperti bermain valas. Harga dan jenis anthurium yang diidolakan atau menjadi tren berubah setiap saat. Sangat cepat. Kondisi seperti itu bisa terlihat beberapa waktu lalu. Anthurium jenis hookeri dan wave of love sempat mencuat naik dengan diikuti harga yang meroket. Namun, tren ini berlangsung tidak lama. Hal ini telah banyak membuat calon pebisnis baru terkecoh dan menanggung buntung.

Perubahan informasi dalam dunia bisnis anturium bisa dicermati dengan jalan membangun network yang luas. Melalui jaringan kerja, tren jenis dan harga anthurium di daerah lain atau di luar kota bisa diintai. Sehingga Anda bisa bertindak tepat untuk mengantisipasi segala sesuatu kemungkinan yang bakal terjadi.

Network yang diangun akan menjadi kian jitu bila di dalam matarantai bisnis itu terlibat trend setter. Di dalam dunia bisnis anthurium, trend setter semacam ini sering disebut sebagai “Sang Penggoreng”.

Pengalam menunjukkan bahwa “bendera kejayaan” anthurium tidak direbut oleh para spekulan. Namun dimiliki oleh petani tanaman hias yang selalu setia & konsisten terhadap Anthurium. Mereka tidak berpaling dari anthurium ketika tanaman ini dihargai sangat murah.

Kondisi seperti itu dialami oleh Deni, petani anthuriu di kawasan Karang Anyar. “Saya sudah lalama menanam anthurium. Dulu harganya sangat murah. Saya sama sekali tidak tahu kalau harga tanamn ini bakal naik. Makanya saya saat ini merasa salah langkah. Banyak anthurium indukan yang saya lepas ketika banyak orang yang menawar dengan harga tinggi. Akibatnya saya sekarang tidak punya indukan yang bertonmgkol,” papar Deni.

Pria yang memiliki usaha percetakan itu, juga tidak menggantungkan diri sepenuhnya pada bisnis anthurium. Menu pilihan lain yang dijajakan di kebunnya yaitu krisan sebagai bunga potong. Saat ini, Deni terlihat telah mengantisipasi pengembangan bisnis berikutnya. Ia mengalokasikan pendapatan dari agribisnisnya untuk membuka seuah pusat belanja tanaman hias di daerah Karangpandan Di tempat itu selain dijadikan sebagai pusat belanja juga dibangun sebuah kafe dan rumah makan. “Menu bisnis” yang lengkap seperti itu memang seharusnya dilakukan oleh seorang praktisi agribisnis.

Semakin komplit “menu bisnis” yang disajikan, unit usaha tersebut akan memiliki kekebalan yang semakin bagus untuk menghadapi segala bentuk perubahan yang tidak menguntungkan. Singkatnya, ketika tren sebuah produk berlalu, seorang pengusaha masih memiliki senjata lain yang bisa diandalkan.

Pilihan lain yang bisa Anda lakukan yaitu membidik keluarga araceae sebagai proyek pengundang untung Anda. Beberapa keluarga araceae terbukti telah menjadi ratu tanaman hias yang diidolakan. Mereka adalah anthurium dan aglaonema. Masih banyak keluarga areceae lain yang berpotensi dijadikan sebagai tren. Beberapa diantaranya yaitu alokasia, phylodendron dan kaladium.

Dengan demikian, bagi Anda yang telah terlanjur berinfestasi besar untuk anthurium tak perlu khawatir. Tetaplah konsisten terhadap tanaman tersebut. Meski kelak tren telah memudar. Rawat dan lengkapi koleksi terus tanaman yang Anda miliki.

Semoga suatu saat trend pasti berpihak kepada Anda (Franz J.B.)

Properti : Koleksi Yoe Kok Siong (Kaliurang Garden Center, Yogyakarta)

Posted by: agriculturesupercamp | December 19, 2007

Si Kantong Maut Nan Imut

bibir-maut1.jpg

 Foto: Koleksi Franz J.B.

Flora ini banyak digemari bukan saja lantaran warnanya yang indah. Melainkan karena bentuknya aneh serta tabiatnya yang “nyeleneh”.

Si kantung maut alias Nepenthes adalah tumbuhan yang ditakdirkan menjadi penghuni tanah tandus. Ia hidup di kawasan rawa gambut serta pesisir pantai berbatu-karang. Nepenthes hanya memiliki akar berukuran pendek berjumlah sedikit. Kondisi itulah yang memaksanya menjalani profesi sebagai tumbuhan penyamun.

Agar sukses merampok serta membunuh para korban, Nepenthes dikaruniai peranti penyergap berwujud kantung ajaib. Terletak di ujung daun. Organ pembantai itu dilengkapi senjata kimia di dalamnya. Kantung maut yang dimiliki Nephentes dibagi menjadi tiga bagian. Yaitu kantung atas, kantung antara dan kantung bawah.

Kantung atas memiliki helaian daun penutup. Sewaktu daun masih muda, pundi pemangsa tertutup. Lantas, membuka ketika sudah dewasa. Namun bukan berarti kantung penyamun ini menutup sewaktu masih muda saja. Ia menutup diri ketika sedang mengganyang mangsa. Tujuannya supaya proses pencernaan berjalan lancar dan tidak diganggu kawanan musuh yang siap merebut makanan yang sudah ia peroleh.

Bibir lubang kantung dilengkapi dengan alat penipu. Organ itu berwarna merah serta mampu menebarkan aroma manis. Binatang penyuka menu bercitarasa manis dan beraroma busuk adalah sasaran empuk bagi Nephentes. Semisal semut dan lalat.

Warna bibir nepenthes yang merona serta beraroma manis itu akan memikat dan membuat lengah calon mangsa. Binatang yang terpikat dan bernasib apes tergelincir masuk ke dalam kantung antara yang licin. Cairan yang berada dalam kantung tengah lalu mencerna tubuh mangsa itu. Cairan asam itu taklain adalah ramuan enzim bernama proteolase. Dihasilkan oleh kelenjar di permukaan kantung bawah. Tubuh mangsa naas itu kemudian diolah menjadi garam Posphat dan nitrat. Nah, sekarang berarti periuk maut itu telah menyajikan “sop semut” yang siap diserap oleh Si Nepenthes.

Tidak semua jenis Nepenthes memiliki mangsa favorit yang sama. Semut adalah menu kesukaan bagi N. mirabilis. Species kantung semar N. albomarginata adalah pemburu sepesialis rayap. Ada pula species katung semar yang “vegetarian” alias tak suka menyantap daging. Yaitu N. ampullaria. Kantung semar yang satu ini suka melalap guguran dedaunan dari tumbuhan yang berada di atasnya. Sedangkan N. lowii adalah kantung semar yang bermenu favorit kotoran burung.

Jika Anda berminat, silakan membeli nepenthes hasil tangkaran. Selain tidak melanggar aturan yang ada, nepenthes hasil tangkaran umumnya lebih mudah hidup ketimbang yang diambil langsung dari alam. Nepenthes hasil budidaya memiliki daun yang bersih. Sebaliknya nepenthes dari alam biasanya berdaun kusam serta banyak bercak kotoran.

Meski terkenal suka membunuh, nepenthes adalah jenis mahluk yang dilindungi oleh negara. Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistimnya mengatur peredaran nepenthes. Hanya nepethes yang besaral dari penangkaran yang boleh diperjual-belikan. Pemerintah melanrang perdagangan Nepenthes yang berasal dari alam. Selain itu, nepentes lokal juga dilarang hijrah ke luar negeri.

Ada banyak bentuk kantung yang bisa ditemukan. Mungil, bongsor langsing, dan pendek gembrot. Pola warnanyapun berraneka ragam. Ada yang bermotif loreng-loreng merah, merah menyala, dan hijau. Umumnya kantung berwarna indah dimiliki oleh jenis nepenthes dataran tinggi yang berhawa dingin. Ada sekitar 82 jenis nepenthes yang tumbuh di muka bumi. 64 di antaranya merupakan tumbuhan endemik Indonesia.

Kalimantan adalah kerajaan nepenthes. Di pulau suku Dayak itu hidup sekitar 32 jenis nepenthes. 29 jenis lain merupakan hartakarun hayati yang tersimpan di Sumatera.Secara garis besar, jenis nepenthes dibedakan menjadi dua. Yaitu nepenthes dataran tinggi serta nepenthes dataran rendah. Berbagai jenis nepenthes dataran tinggi diantaranya yaitu N. burbidgeae, N. Lowii, N. Rajah, N. Villosa, N.Fusca, N.Sanguinea. Mereka adalah penghuni daerah pegunungan berketinggian lebih dari 100 m di atas permukan air laut. Kisaran suhu malam hari yang dibutuhkan yaitu 20 – 12ºC. Sedang kisaran suhu siang hari antara 25 – 30ºC.

Jenis nepenthes dataran rendah diantaranya yaitu N. alata, N. egmae, N. khasiana, N. mirabilis, N. ventricosa, N. ampullaria, N. bicalcarata, N. gracilis dan N. Maxima. Mereka tumbuh subur di dataran berketinggian 0 – 500 m di atas permukaan air laut. Nepenthes dataran rendah biasanya bersifat epifit menempel di batang pepohonan. Namun ada juga yang hidup secara terestrial di atas tanah bercampur sersah dedaunan. Suhu harian yang dibutuhkan berkisar antara 22 – 34º C.

Sementara itu, kelebaban udara yang diinginkan yaitu 70 – 95%. Nepenthes berkembang biak secara vegetatif menggunakan anakan dan secara generatif menggunakan biji. Tumbuhan karnivora ini termasuk jenis flora berumah dua. Artinya, tiap tanaman hanya memiliki satu jenis kelamin bunga. Jadi biar bisa menghasilkan keturunan, ia musti melakukan perkawinan silang. Hal itulah yang menyebabkan banyak terdapat species Nepenthes yang terlahir dari hasil persilangan alami.

Perbanyakan secara vegetatif menggunakan anakan lebih mudah dilakukan.. Bayi nepenthes tumbuh di batang bagian bawah. Tanaman muda itu siap disapih alias dipotpong dari induknya jika sudah memiliki jumlah akar yang banyak. Setelah dipotong, ia harus segera ditanam menggunakan media berbahan baku campuran sepagnum moss dan butiran zeolith. Perbandingannya 4 : 1. Spagnum moss dan zeolith bisa dibeli dari toko pertanian.Nepenthes lebih senang disuguh binatang daripada pupuk kandang atau pupuk buatan. Warna kantungnya justru akan semakin menawan dan besar jika media tanamnya miskin hara alias tak subur. Berkat kantung maut itu Anda tak perlu lagi repot-repot meramu pupuk untuk Si nepenthes. Ukuran kantung maut malah kian menciut jika Anda memaksakan diri menjejali nepenthes dengan pupuk.

Kantung semar adalah tanaman penyuka air. Jatah penyiraman tidak boleh terlambat. Media tanam wajib selalu dalam keadaan basah. Jika hal itu diabaikan, daun nepenthes bakal keriting dan bahkan bisa menuai ajal. Nepethes yang ditanam secara indoor harus disiram sebanyak 2 – 3 hari sekali. Sementara itu jatah air sebanyak 1 hari sekali diberikan bagi nephaenthes yang ditanam di luar ruangan.Syarat tumbuh lain yaitu sinar matahari penuh. Tumbuhan pemangsa ini setiap hari harus mendapat jatah sinar matahari selama 10 – 12 jam. Intensitas sinar matahari yang baik yaitu sebesar 50%. Kondisi seperti ini bisa dibuat dengan jalan memberikan naungan. Selamat berkebun dan mengoleksi Kantung Semar.

Posted by: agriculturesupercamp | December 19, 2007

Peluang Bisnis Budidaya Ikan Balita

 Foto : Koleksi Franz J.B.

Permasalahan tidak selalu melahirkan kesulitan. Agus Abdurahman, petani ikan konsumsi di Cianjur, berhasil menyulap permasalahan menjadi sebuah keberuntungan. Pria ramah ini mengaku belajar membudidayakan ikan konsumsi semenjak ia masih duduk di bangku SD. “Sekarang saya menspesialisasikan diri sebagai peternak ikan konsumsi jenis Nila dan ikan mas,” Terangnya sambil membopong induk ikan mas yang tengah hamil.

Usaha ikan yang ia tekuni diawali dengan menjadi pemasok bibit ikan menuju Waduk Cirata. Namun, wabah virus herpes yang merebak pada tahun 2002 membuat permintaan benih ikan di waduk cirata menjadi tersendat. Hal seperti itu tidak membuat Agus mejadi patah arang.

Agus lantas melirik masyarakat kota sebagai pangsa pasar pengganti. “Saya membaca trend gaya hidup sehat sedang banyak dianut oleh masyarakat kota,” terang Agus sambil mengawasi anak buahnya yang sedang emanen ikan nila balita. Melalui produk olahan seperti ini Agus bisa memperoleh banyak keuntungan. Hasil penjualan ikan balita olahan jelas berlipat dibandingkan dengan hasil penjualan bibit. Biaya prosuksi jauh lebih irit, risiko usaha lebih kecil, siklus perputaran modal lebih pendek, sehingga untung capat didapat.

Agus memproduksi dua jenis ikan balita. Ikan mas muda dan bayi ikan nila. Harga ikan tersebut terpaut jauh. Ikan nila muda dijual seharga Rp35.000 Sedangkan bayi ikan mas dihargai sebesar Rp 45.000 Namun demikian, menurut pengalamn Agus, pemeliharaan bibit ikan nila justru lebih sulit bila dibandingkan dengan ikan mas. “Jika disebar di sawah, bibit ikan nila sering rusak. Sisiknya banyak yang lepas,” terang Agus.

Pembibitan ikan balita hingga siap dipanen bisa dibagi menjadi dua tahap. Tahap pertama yaitu pembenihan. Telur yang telah dihasilkan oleh induk ditetaskan dan dipelihara dalam kolam pembenihan sampai usia 15 hari. Selepas itu, ikan mungil yang sering dijuluki sebagai kebul itu ditabur menuju sawah. Cara budidaya seperti ini sering disebut sebagai tenik minapadi. Bayi-bayi ikan itu siap dipanen dan digoreng setelah berusia 30 – 45 hari. Ikan balita berukuran sebesar ibu jari kaki orang dewasa.

Posted by: agriculturesupercamp | December 19, 2007

Arowana Unik: Semakin Langka, Kian Mahal

 Foto : Koleksi Franz J.B.

Ikan kelainan tidak selalu disortir. Buktinya ikan arowana. Siluk cacat yang langka justru kerap dihargai sangat mahal. Keberadaanyapun banyak diincar kolektor.

Arowana memang jenis ikan dengan harga jual selangit. Seekor bayi arowana super red seukuran buah pisang harganya sama dengan motor baru. Harga ini akan semakin melambung tinggi jika arowana memiliki keunikan dan tidak dimiliki oleh arowana jenis lain. Kondisi fisik seperti ini sebenarnya adalah cacat. Namun berkat cacat yang disandang tersebut arowana bisa tampil unik dan langka.

Kelainan bentuk tubuh

Beberapa keunikan pendongkrak harga arowana diantaranya yaitu Ie thiaw lung alias sisik naga. Jenis arowana seperti ini memiliki sisik di punggung yang lurus tidak terputus dari kepala sampai pangkal ekor. Arowana seperti ini dipercaya bisa mengundang hoki alias keberuntungan bagi pemiliknya.

Kondisi fisik lain yang juga membuat arowana menjadi langka dan unik adalah bentuk badannya yang melengkung menyerupai sendok. Arowana ini memiliki pustur punggung melengkung. Sehingga bagian kepalanya lebih rendah bila dibandingka dengan posisi punggungnya.

Arowana bertubuh nyendok itu bukan arowana bungkuk. Lengkungan di punggung arowana sendok tidak setegas lengkungan punggung arowana bungkuk. Biasanya punggung arowanan sendok melengkung secara pelan dari setengah badan sampai ke bagian ujung kepala.

Arowana parrot termasuk salah satu jenis arowana unik. Sama seperti jenis arowana sendok. Bagian kepala arowana parrot melengkung ke arah bawah. Hanya saja, bagian lengkungan parrot lebih tajam bila dibandingkan dengan punggung arowana sendok. Lengkungan yang tegas tersebut berbentuk menyerupai paruh burung pakit. Keluarga burung parrot. Sepintas, bagian melengkung tadi nampak menonjol seperti punuk sapi.

Ukuran panjang sirip yang tidak sewajarnya juga membuat tampilan arowana menjadi unik dan cantik. “Arowana Super Red Gondrong” demikianlah Edo peternak arowana yang tinggal di Jakarta memberi julukan ikan kebanggaannya itu. Arowana ini memiliki sirip-sirip menjuntai panjang. Berwarna merah pekat. Sehingga ketika berenang, sirip-sirip itu menyerupai selendang.

Arowana gondrong ini cenderung memiliki sisik di badan tidak terlalu merah layaknya jenis arowana super red yang normal. Hanya saja warna selendangnya memang boleh dikatakan sangat pekat. Berwarna merah agak keunguan. Arowana gondrong tersebut diperoleh ketika Edo melakukan panen di kolamnya yang berlokasi di Kalimantan.

Warna sisik langka

Warna yang tidak lazim juga bisa memberikan keunikan bagi arowana. Sebagai contoh adalah arowana puple red. Sebenarnya ikan ini masih termasuk varietas arowana super red. Keberadaannya sangat langka. Arowana seperti ini memiliki warna sisik merah tua dengan bagian tengahnya berwarna keungguan.

Warna langka lain yang juga tak kalah unik adalah jenis arowana platinum. Dijuluki platinum lantaran memiliki badan dengan warna putih bersih keperakan menyerupai emas putih alias platina. Dalam kondisi lingkungan tertentu arowana super red bis menjilma menjadi arowana bersisik platinum. Jadi, arowana seperti ini bisa dimanipulasi.

Menurut penuturan Hans T. Winata, pehobi ikan arowana dari Bandung, arowana platinum bisa dihasilkan dengan jalan memanipulasi GH air dalam akuarium menjadi lebih tinggi dari kondisi standar yang diinginkan oleh arowana. Derajat GH tesebut berkisar antara 5 – 3. Arowana seperti ini akan memiliki ring yang lebar-lebar. Warnanya cenderung pucat keputihan.

Namun demikian, kondisis seperti di atas tidak bersifat permanen. Warna perak atau platinum yang permanen cuma dimiliki arowana yang sejak dilahirkan memang membawa sifat atau gen perak. Selain itu, arowana platinum yang dimanipulasi masih menyisakan sedikit warna merah di setiap tepi siripnya. Sedangkan arowana platinum yang sejati warna siripnya putih bersih. Hanya saja, perlakuan GH seperti ini akan mengakibatkan arowana mengalami gangguan organ reproduksi. Jadi disarankan hanya dilakukan untuk pehobi saja. Bukan untuk tujuan budidaya.

Arowana platinum bukan arowana silver. Arowana platinum termasuk dalam keluarga Scleropages. Sedangkan arowana silver termasuk kedalam keluarga Osteoglossum. Bentuk badanyapun berbeda. Arowana platinum memiliki tubuh tebal. Sirip punggung dan siri perut terpisah dari sirip ekor. Sedangkan arowana silver bentuk badannya lebih tipis. Sirip punggung dan sirip perut nyambung dengan sirip ekor.

Meski unik dan harganya selangit, arowana-arowana tersebut butuh perawatan yang tidak berbeda dengan jenis arowana yang biasa-biasa saja. Hanya saja, kualitas air harus benar-benar bermutu tinggi. Anda bisa menyuguhkan menu layaknya arowana lain. Semisal ikan mas kecil, lele, kelabang, udang dan jangkerik.

Khusus untu arowana unik bersirip gondrong butuh perawatan yang ekstra. Masaahnya,siripnya yang panjang itu sangat rawan sobek dan terjangkit penyakit. Semisal fin root. Penyakit seperti itu bisa diatasi dengan jalan menjaga keseimbangan pH air dan kebersihan air dalam akuarium. Arowana bisa hidup sehat bila dipelihara di dalam air berkisaran pH 6 – 6,5.

Tips Bila listrik Mati

Sistim filterisasi yang macet akibat listrik padam dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan kandungan Nitrat dalam akuatrium berjibun. Akibatnya aro bisa mati lemas karena menghirup zat beracun itu.

Hal seperti itu bisa diatasi dengan jalan mengganti air setiap 6 jam sekali. Setengah dari volume air di dalam akuarium diganti dengan air baru. Selama mengganti disarankan juga melakukan penyifonan kotoran dalam akuarium. Sebaiknya dihindari jenis pakan hidup yang mudah mati. Semisal ikan dan udang. Pakan seperti itu juga akan menghabiskan cadangan oksigen terlarut dalam akuarium.

Posted by: agriculturesupercamp | December 19, 2007

Ayam Serama: Kate Mini, Lagak Maksi

 Foto : Koleksi Franz J.B.

Meskipun berperawakan kerdil, unggas ini pantang minder. Ia senang bergaya petentang-petenteng dan tak ragu berkokok lantang. Serama diklaim sebagai ras ayam terkecil di dunia.

Anggapan bahwa kate adalah jenis ayam terkecil nampaknya sudah kedaluarsa dan tak berlaku lagi. Sekarang ada serama. Ras ayam terkecil di dunia. Kian mungil ukuran badannya semakin bagus kualitasnya. Bobot serama tak lebih dari 500 gram. Ukuran badannya hanya sebesar kepalan tangan orang dewasa.

Meski berbadan cebol, ia bukan ayam murahan. Serama berkualitas bisa diboyong jika Anda sanggup meminangnya dengan uang sebesar Rp 25 juta – Rp 30 juta. Mutu serama ditentukan oleh bobot badan yang ringan, bentuk leher menyerupai huruf S, kepala tertarik jauh kearah belakang, Sayap menjuntai tegak lurus ke bawah, dan ekor pedang panjang serta berdiri tegak. Ciri fisik seperti itu membuat ayam serama berpenampilan tegap menyerupai prajurit yang sedang berbaris.

Sri Rama ala Malaysia

Serama merupakan mahluk hasil kreatifitas Wee Yean Een seorang “penghulu ayam” dari Negeri Jiran. Pada tahun 1971 ia menyilangkan ayam Kapan alias kate kaki panjang dengan ras ayam Modern Game Bantam.

Ayam kapan ia pilih lantaran memiliki sayap menjuntai lurus ke bawah. Sedangkan Modern Game Bantam memiliki postur badan tegap, leher panjang dan tertarik ke belakang menyerupai huruf S. Pada tahun 1973 Wee Yean Een menyilangkan keturunan pertama hasil perkawina antar ayam kapan dan Modern Game Bantam dengan jenis ayam sutera (Silkie Bantams). Perkawinan tersebut akhirnya melahirkan ayam sutera berpostur badan kecil. Wee Yean Een nampaknya masih tidak puas dengan hasil persilangan tersebut. Penghulu ayam itu lalu menjodohkan keturunan ke dua tersebut dengan kate jepang. Ayam ini punya warna bulu indah serta bentuk ekor berdiri tegak. Pada tahun 1988 mak comblang ayam itu akhirnya berhasil mencetak ayam kate dengan bobot kurang dari 500 gr.

Wee Yean Een lantas memberi nama “Serama” kepada ayam berbadan mikro itu. Julukan tersebut ia berikan lantaran ayam hasil kreasinya itu memiliki gaya dan penampilan gagah layaknya Sri Rama tokoh pewayangan dalam kisah Ramayana. Lidah Wee Yean Een menyebut Sri Rama berubah menjadi berlafal serama.

Ayam serama dipublikasikan pada tahun 1990 melalui kontes pertama yang diselenggarakan di Perlis. Dalam perlombaan Wee Yean Een tampil sebagai salah satu juri. Selain di Malaysia kontes ayam serama juga banyak digelar di Thailand. Di Indonesia Serama mulai dipertandingkan pada tahun 2004 di Ancol, Jakarta. Penggemar ayam serama berkumpul dalam sebuah wadah bernaman Persatuan Pelestari Ayam Serama Indonesia (P2ASI).

Ayam Pendek Bernafsu Tinggi

Cara merawat serama tidak sulit dan tak berbelit-belit. Kebutuhan hidupnya sama seperti ayam buras. Menurut pengakuan Ir. Rudiasfie Sjofinal peternak ayam serama di Jakarta ayam cebol ini memang sedikit sukar dikembang-biakkan. Ukuran kakinya pendek menyebabkan pejantan sulit melakukan penetrasi ketika hendak kawin. Akibatnya, proses percintaan menjadi tidak mesra dan sering tidak tepat mengenai sasaran.

Rudi sering membantu ayam pejantan nangkring di atas ayam betina. Teknik pengawinan ini dilakukan dengan cara memegang ayam betina lalu menyodorkanya ke depan pejantan. Syaratnya, kedua mempelai harus benar-benar sudah siap kawin. Induk betina siap dipinang pada berusia 5 – 6 bulan. Serama betina seperti itu biasanya berperilaku jongkok jika dipegang punggungnya. Sedangkan usia subur pejantan berkisar pada umur 4 hingga 5 bulan.

Rudi juga menerapkan teknik kawin gilir. Dalam metode ini ayam betina dipaksa melayani 3 ekor pejantan. Penggiliran dilakukan secara berselang sekitar 2 – 3 jam. Melalui cara perkawinan seperti itu diharapkan peluang keberhasilan bisa diperbesar.

Meski ukuran tubuhnya kecil, serama termasuk jenis ayam bernafsu birahi tinggi. Ia tak gentar dan tak segan-segan jatuh cintrong kepada ayam berbadan lebih gede. Menurut Johan, peternak ayam dari Bekasi, serama mulai belajar kawin ketika berusia 3 bulan. Pejantan muda sehat harus bisa menyalurkan hasrat bercintanya sebanyak 6 – 8 kali setiap hari. Nafsu birahi serama memuncak ketika cuaca mendung, atau pagi dan sore hari.

Kesuburan ayam serama sangat dipengaruhi oleh kesehatan fisik. Cuaca terlalu dingin bisa menurunkan kemampuan ayam betina menghasilkan telur. Sebab sebagian besar pakan digunakan untuk produksi energi guna mempertahankan panas badan. Jadi, ayam serama yang dipelihara di daerah dingin harus memperoleh pakan dengan kandungan karbohidrat tinggi. Semisal jagung.

Sebagai hidangan tambahan, Rudi selalu menyuguhkan menu tambahan berupa jangkrik, dan tauge kepada ayam-ayamnya. Setiap seminggu sekali Rudi juga memberi ayamnya vitamin E.

Cara praktis yang lain dilakukan oleh Albert Tan Swee Guan peternak ayam serama asal Selangor, Malaysia. Ia tak pernah memberi menu tambahan aneh-aneh kepada ayam peliharaannya. Menurut pria berkacamata tersebut, pakan ayam petelur saja sudah cukup. Pabrik sudah meracik pakan tersebut sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi yang diperlukan ayam. Albert selalu memberi pakan 2 kali dalam sehari kepada ayamnya. Yaitu di pagi hari dan malam hari sekitar pukul 8. “Itu Chiken feed sudah dikaji sesuai untuk ayam, jadi you tak payah bagi apa-apa lagi,”terang pria tersebut dengan logat melayu.

Telur gagal menetas termasuk salah satu hambatan budidaya ayam serama. Dua kunci penting yang tak boleh dilupakan saat menetaskan telur ayam serama yaitu suhu dan kelembapan. Suhu penetasan tidak boleh melebihi atau kurang dari 37,5°C – 38°C. Kelembapan harus selalu disesuaikan dengan usia telur. Minggu pertama hingga minggu ke dua kelembapan diatur pada kisaran 65% – 70%. 2 – 3 hari menjelang menetas, kelembapan harus ditambah hingga kisaran 95% – 100%. Derajat kelembaban bisa diukur dengan Hygro meter. Piranti ini biasanya sudah ada pada alat penetas. Kondisi udara terlalu kering membikin kulit telur jadi keras. Akibatnya anak ayam kesulitan memecah cangkang telur. Kalau sudah seperti itu, anak ayam bisa mati lemas gara-gara tidak bisa bernafas.

Di arena lomba, ayam serama dapat tampil prima jika birahinya sedang memuncak. Oleh karena itu, seminggu sebelum ikut kotes ia tidak boleh melihat lawan jenisnya. Jadi taruhlah serama Anda di tempat yang terisolir. Umumnya nafsu birahi serama memuncak pada usia 4 – 6 bulan.

Bulu ayam serama yang terlalu sering kawin sering rusak. Sewaktu bercumbu serama betina gemar mematok bulu leher sang pacar. Alhasil bulu wiring itu banyak yang copot sehingga serama jantan jadi botak. Hal itu bisa dicegah dengan jalan melarang serama jantan berpacaran sebelum meraih prestasi.

Selain tidak boleh kawin, ayam serama unggulan juga tak boleh terlalu gaul. Ia dilarang terlalu sering bermain di halaman alias diumbar. Menurut Gusti M. Taufik, ayam yang kerap diumbar akan mandi pasir atau kipu. Nah, hal itulah yang memicu bulu jadi acak-acakan, patah, dan warnanya kusam. Mandi pasir juga bisa bikin sisik kaki copot dan patah. Yang lebih berbahaya lagi, dikawatirkan ayam akan memakan benda-benda berbahaya. Semisal pecahan kaca, dan karet. “Ayam saya pernah mendadak lemas. Lantas setelah saya potong ternyata di dalam temboloknya ada belingnya,” sahut Rudi salah satu pelopor ayam serama di Negeri ini.

Ayam serama juga harus dilatih berkonsentrasi supaya tampil prima di atas panggung. Ia tidak boleh mematok karpet atau kabur dari panggung. Jadi ayam cebol ini harus tak jemu-jemu bergaya dan berkokok lantang di atas cat walk.

Cara melatih mental serama tidak susah. Sekitar 2 – 3 minggu sebelum kontes dia harus dibiasakan dengan panggung berkarpet. Basahi ayam mungil itu dengan sepotong lap. Setelah itu, taruhlah di atas meja yang diberi karpet berwarna hijau. Mengapa harus karpet berwarna hijau? Pasalnya benda tersebut sering dikira rumput. Jadi kalau ketika latihan ia sering tertipu oleh karpet hijau, diharapkan saat di panggung lomba ia ogah mematok-matok karpet lagi. Biar serama tidak kabur, tutuplah dengan kurungan. Setelah itu posisikan meja latihan di tempat yang panas.

Seusai dijemur ayam tidak boleh langsung diberi minum. Kalau hal itu dilanggar, ayam bisa diterjang penyakit ngorok. Wajahnya yang cerah mendadak berubah jadi pucat pasi. Taruhlah terlebih dulu ayam yang usai dijemur di tempat teduh selama 15 – 30 menit. Nah, setelah itu ayam baru boleh menegak segelas air segar.

Serama wajip menyantap porsi pakan pas dengan menu extra gizi. Vitamin E, Pospor dan Calsium sangat penting untuk merawat kecantikan bulu. Vitamin E banyak terkandung dalam minyak ikan. Sedangkan Calsium dan Pospor banyak terdapat dalam sotong alias kulit cumi. Extra fooding tersebut musti disuguhkan setiap hari.

Soal menu pakan serama, Rudi punya resep jitu yang layak ditiru. Setiap pagi ia selalu memberikan minuman bercampur Enervon C kepada seramanya. Ramuan tersebut harus habis sekali minum serta tidak boleh terkena terik matahari. Sebab, khasiatnya bisa hilang. Menu sarat gizi lain yang ia suguhkan yaitu 3 ekor jangkrik dan kroto. Jagung tidak boleh dihidangkan secara berlebihan. Sebab serama yang terlalu banyak menyantap jagung bisa cepat mengalami rontok bulu.

Selain penampilan menarik, serama juga harus memiliki bobot badan seringan mungkin. Jadi, diet harus diawasi secara ketat. Hindari pemberian pakan yang banyak mengandung lemak. 3 hari menjelang lomba, ayam serama disuguh beras merah atau gabah. Porsinya cukup 2 – 3 sendok makan saja. Menu itu diberikan 2 kali dalam sehari. Yaitu pada pagi dan sore hari.

Resep lain dimiliki Ajong penangkar ayam serama di bilangan Pulo Mas, Jakarta. Sebulan menjelang kontes serama hanya diberi pakan berupa gabah mini. Menu itu disodorkan dua kali sehari. Yaitu di pagi dan di sore hari.
Supaya bulu serama semakin nampak kinclong, ayam harus rajin berjemur. Acara mandi sinar matahari dilakukan mulai pukul 8 hingga pukul 10 pagi. Sebelum dijemur sebaiknya ayam dimandikan terlebih dulu. Bahkan kalau perlu setiap sebulan sekali ayam dikeramasi dengan shampo. Kegiatan ini harus dilakukan pada saat cuaca cerah. Seusai karmas, ayam segera dihanduki dan dijemur.

Manipulasi kecantikan ternyata tidak diharamkan di dunia hobi ayam serama. Supaya tampil elok di panggung, banyak serama yang menjalani perawatan kecantikan. Semisal meluruskan bulu pedang (bulu ekor terpanjang) dengan cara diolesi air jeruk nipis, operasi plastik untuk merapikan jengger, serta merapikan bulu sayap.

Urakan karena haus cinta

Serama yang tak pernah kawin sering menderita kelainan perilaku seksual Kondisi seperti itu banyak diderita oleh serama mantan jawara. . Waspadai dan latihlah ayam tersebut kawin dengan cara sopan dan benar. Di dunia perseramaan calon kontesan pantang kawin sebelum menang. Ayam cebol itu dipingit dan dilarang berpacara lebih dulu. Mereka digembleng serta musti rajin berlatih berpose di atas panggung.

Ketika ayam kerdil telah pensiun dari arena lomba dan hendak dikawinkan, pehobi baru bisa menemui akibat yang muncul karena ayam selalu dipingit. Semisal ayam menjadi terlalu bersemangat kawin. Ada juga yang terlalu cuek tak menggubris godaan serama betina.

Meskipun seekor ayam serama yang Anda pelihara hendak mengikuti lomba, bukan berarti serama tersebut tidak boleh kawin. Proses perkawinan dilakukan secara terjadwal dan tidak boleh terlalu sering. Ayam yang terlalu sering kawin bisa mengalami kerusakan bulu. Jika Anda tidak menginginkan bulu ayam jadi acak-acakan gara-gara kawin, taruhlah ayam tersebut dalam kandang umbaran beralas rumput.

Seekor serama mantan juara harus dikawinkan secara berhati-hati. Sebab jika hal ini dilakukan secara serampangan, keselamatan ayam betina bisa terancam. Menurut pengalaman Gusti M. Taufik, ayam serama yang belum pernah dikawinkan memiliki nafsu birahi yang luar biasa. Jika ayam cebol berkelamin jantan ini langsung dikawinkan tanpa perkenalan dan pemanasan lebih dulu, bisa menyebabkan ayam betina babak belur bahkan jiwanya melayang.

Tips dan trik melatih serama kawin yang sudah lama dipraktekkan Taufik layak ditiru. Nafsu birahi berlebihan dari ayam serama bisa diredakan dengan jalan memandikannya setiap pagi. Selain itu, berbagai menu yang bisa membangkitkan gariah kawin juga harus dikurangi. Pakan seperti itu umumnya mengandung protein dalam jumlah tinggi. Semisal pur, minyak ikan dan jagung.

Cara lain yang dilakukan oleh Taufik untuk mencegah perilaku seksual ayam serama yang brutal yaitu dengan jalan merangsang nafsu birahi pejantan dengan tangan. Langkah ini dilakukan sebelum pejantan dikawinkan. Umumnya serama jantan yang sedang ngebet kawin akan mengejar tangan setiap orang yang mendekatinya. “Tangan saya sering dikira ayam betina. Ayam pejantan tersebut langsung nangkring di atas tangan. Lantas cairan sperma berceceran di lengan saya,”jelas Taufik ketika ditemui di kediaman Rudi pelung.

Lakukanlah metode itu pada waktu pagi atau sore hari. Biarkan serama jantan melampiaskan nafsu birahinya di atas tangan Anda. Setelah itu beri waktu sekitar 10 – 15 menit untuk beristirahat, kemudian rangsang kembali ayam jantan tadi. Setelah menjalani 2 – 3 kali rangsangan buatan, serama jantan baru boleh kawin. Nah, cara tersebut bisa membuat serama jantan menjadi lebih mesra saat mengajak bercinta sang Betina.

Metode lain yang dilakukan oleh Taufik untuk melatih ayam serama kawin yaitu dengan jalan menaruh kedua ayam yang akan dijodohkan dalam kandang terpisah. Sangkar calon mempelai itu tidak boleh terlalu berdekatan dulu. Setelah perilaku ayam jantan nampak tidak ugal-ugalan lagi, sangkar itu baru boleh didekatkan. Nah, mereka baru bisa dicampur jika sudah nampak akur.

Korban jiwa bisa dicegah dengan jalan menjodohkan ayam serama jomblo dengan serama betina siap kiawin. Umumnya ayam betina siap kawin ditandai dengan perilaku jongkok sewaktu dipegan punggungnya. Induk betina seperti itu tidak terlalu banyak cing-cong dan pasrah ketika diajak bercinta. Jika Anda masih khawatir dengan perilaku urakan serama jantan, pegang induk betina lalu sodorkan berlahan-lahan ke depan serama jantan. Teknik kawin paksa seperti ini disebut sebagai kawin dodokan.

Lain halnya dengan Hengki Kumis, hobiis ayam serama di Jakarta, menurutnya ayam serama yang tidak pernah dikawinkan sejak kecil bisa menderita penurunan gairah seksual. Ayam seperti ini tidak akan mudah tertarik dengan lawan jenisnya. Bahkan ketika dicampur, tanpa basa-basi ia langsung menghajar serama betina secara membabi-buta.

Ayam loyo bisa dirangsang dengan menu kaya protein dan mengandung bahan penghangat badan. Semisal kecambah, vitamin E dan Jahe. “Biar hangat jahe disuguhkan setiap malam. Dosisnya cukup sebesar kelingking jari saja. Tauge dihidangkan pada siang hari,” terang Hengki.

Pejantan serama yang loyo juga harus dibiasakan bergaul dengan serama betina. Campurlah mereka dalam sebuah kandang umbaran berukuran 1,5 m x 3 m. Tiap kamar dihuni 1 pejantan dan 2 – 3 ekor betina. Kira-kira dua minggu kemudian, serama jantan tadi sudah “gaul” dan senang mejeng.

« Newer Posts - Older Posts »

Categories