Posted by: agriculturesupercamp | December 19, 2007

Pesona Naga Pelaga

red-dragonkecil.jpg

 Foto : Koleksi Franz J.B.

Geliat Si Beta naga

Red Dragon dan Yellow Dragon adalah keturunan Cobra. Kedua generasi beta teranyar inia adalah ikan asal Thailand. Sisik Dragon beta lebih sempurna bila deibandingkan dengan beta cobra. Sisik-sisik mengkilap beta dragon menutupi hingga di bagian kepala. Sedangkan sisik beta cobra tidak sampai ke bagian kepala.

Menurut penuturan Hermanus J. Haryanto, breeder Cupang di Jakarta beta dragon asal Thailand memang belum sempurna. Di bagian punggungnya masih ada celah yang tidak tertutupi oleh sisik. Setelah sekitar 4 bulan di tangan Hermanus, supang penampilan cupang sangar itu menjadi kian memukau. Melalui beberapa teknik persilangan, lubang sisik yang berada di punggung ikan itu dipermak dan ditambal.

Cupang ini memiliki tipe ekor plakat half moon. Sirip ekornya mengembang sempurna. Menyerupai bulatan separoh rembulan. Sirip itu didukung oleh serat yang rapi. Tiap serat terdiri ata 4 percabangan. Jumlah serat yang senagt optimal di kelas halfmoon.

Sifatnya yang agresif memang seimbang dengan tampangnya yang garang. Umumnya, sifat seperti itu memang sebuah warisan turun-temurun jenis cupang berekor plakat.

Di sekujur tubuh beta dragon dihiasi oleh bulatan-bulatan sisik berwarna putih kehijauan. Berbeda dengan jenis cupang pada umumnya, sisik beta dragon nampak menunjol. Di sela-sela sisik itu di hiasi warna merah tua. Sehingga membuat sisik manjedi semakin berkesan kontars dan jelas. Beta dragon tidak hanya unggul di warna saja. Namun ikan ini memiliki tekstur di badannya. Kondisi seperti itu tidak dimiliki oleh jenis cupang lain.

Soal asal-usul trah beta dragon, Hermanus mengaku tidak mengetahuinya secara pasti. Hanya saja, Pria penyayang ikan ini memperkirakan bahwasannya beta dragon memiliki darah cupang jenis Cooper dengan cepang jenis white opag. “Kemungkinan sebelum disilangkan dengan cooper, white opag disilangkan dulu dengan gold, “tutur Hermanus sambil tak henti-henti mengabadikan ikan kebanggannya itu dengan kamera.

Sifat genetis Beta Dragon sudah stabil. Sehingga tidak dikhawatirkan terjadi pemecahan sifat ketika dibiakkan. Saat ini ada dua warna beta dragon. Yaitu merah dan kuning.

Soal perawatan memang tidak ada bedanya dengan juenis cupang lain. “Cukup dirawat dengan cara standar saja. Disifon setiap 2 – 3hari sekali, diberi pakan cukup, dan menggunakan larutan air ketapang sebagai media pemeliharaannya,” terang Hermanus.

Saat ini Beta Dragon belum banyak dimiliki oleh pehobi. Harga ikan ini memang masih tergolong tinggi. Yaitu Rp 350 ribu per ekor. Kondisi seperti itu memang mencerminkan bahwasannya Beta Dragon termasuk cupang papan atas. Di arena laga pun ikan ini telah membuktikan keampuhan pamornya. Ia telah berhasil menjadi juara dalam perlombaan kelas Internasionala yang di selenggarakan di ITC Mangga dua beberapa waktu lalu.

Terobosan baru dari Hermanus: Air hidup

 

Ketika dukungan hidup bagi ikan piaraan Anda dari air tua tak lagi menjanjikan, Sudah sewajarnya jika Anda mencoba tawaran baru dari air hidup. Proses pengolahan air seperti in dilakukan oleh Hermanus J Haryanto, breeder cupang di Jakarta.

Umumnya pehobi ikan mengolah air yang hendak digunakan sebagai media pemeliharaan ikan terlebih dulu. Jenis air yang paling populer di dunia perikanan yaitu air tua. Air semacam itu diolah dengan cara menginapkan dan memberikan aerasi selama 24 jam.

Menurut pengalam Hermanus, air tua saja tidak cukup. Air seperti itu belum terjamin kebersihannya. Berbagai zat beracun dan bibit kuman penyakit masih dimungkinkan bercokol dalam air tua itu. Pengendapan bukan merupakan metoda yang terbaik untuk menyeterilkan air. Teknik penyaringa lebih bisa dijamin tingkat sterilitas airnya.

Air hidup adalah air ciptaan Hermanus memallui teknik filtrasi. Disebut sebagai air hidup lantaran selama proses pembuatannya air selalu mengalir. Pergerakan beda cair itu dimotori oleh pompa air. Segala bahan cemaran dan bibit penyakit akan disaring oleh sistim filtrasi. Piranti penyaring itu tersusun oleh busa dun arang aktif. Pengalaman Hermanus membuktikan bahwa arang aktif tidak hanya mempu mengendapkan bibit penyakit namun sekaligus membunuhnya.

Keunggulan lain yang nampak jelas yaitu air bisa lebih nampak jernih. Ikan akan lebih segar. Sangat cocok untuk ikan guppy. Ikan yang dipelihara dengan air ini akan nampak cerah. Menjadi lebih cepat ceradaptasi, tidak mudah stres dan tidak mudah sakit-sakitan. Sangat efektif untuk mencegah terjadinya penyakit fin rot dan white spot.

Selain lebih efektif, cara seperti ini juga lebih efisien dan hemat waktu. Airu hidup sudah dapat dimanfaatkan sekitar 6 jam setelah dioleh. Setiap hari Hermanus menggunakan sekitar 2 kubik air hidup untuk menyuplai 1000 ekor lebih cupang pehiaraannya. Air ini akan lebih berkualitas jika ditambahkan garam ikan. Kristal putih itu dilarutkan ke dalam air tua sekitar 10 – 15 menit sebelum air hidup digunakan.

Metode pengolahan air ini telah ditiru oleh orang Singapura. “Beberapa teman pehobi cupang di singapura juga ikut-ikutan cara pengolahan air saya ini,” terang Pria yang kerap menggondol piala kejuaran cupang hias kelas dunia itu.


Categories

%d bloggers like this: