Posted by: agriculturesupercamp | December 19, 2007

Siram Anggrek Sistem Pasang Surut

 

anggrek-onchidiumkecil.jpg

 Foto : Koleksi Franz J.B.

Bagi penggemar anggrek yang sibuk atau malas menyiram, tak perlu berkecil hati. Tugas Anda menyiram tanaman sekarang bisa digantikan oleh piranti yang bernama timer.

Piranti penyiram otomatis ini merupakan hasil rekayasa Sudibyo Karsono salah seorang pengelola di Parung Farm. Jika masuk ke dalam ruang kerjanya maka Anda akan segera menemukan cara budidaya anggrek dengan sistim hidroponik pasang surut. Tanaman tersebut disusun di atas unit hidroponik yang dapat menyiram secara otomatis setiap 3 jam sekali.

Memiliki banyak kelebihan

 

Banyak keuntungan yang bisa didapatkan dari alat ini. Diantaranya yaitu pemakaian pupuk yang lebih efisien. Sebab pupuk yang diberikan tidak terbuang percuma. Sisa pupuk yang tidak terserap akan ditampung dalam bak, dan akan disiramkan kembali. Berbeda dengan cara budidaya anggrek konvensional, pupuk yang diberikan akan hilang karena tidak ditampung.

Metode ini memungkinkan tanaman tumbuh lebih baik. Sebab larutan hara akan diberikan secara periodik 3 jam sekali. Kandungan hara harus disesuaikan dengan fase pertumbuhn tanaman. Ketika tanaman masih dalam fase pertumbuhan maka, hara yang diberikan harus banyak mengandung unsure Nitrogen. Sedang saat tanaman telah memasuki usia pembungaan, hara yang disuguhkan harus banyak unsur Pospornya.

Hara seperti ini bisa dibuat dengan jalan melarutkan pupuk khusus yang diracik untuk hidroponik. Pupuk seperti itu umumnya berharga mahal dan sulit diperoleh. Sehingga tidak dianjurkan buat kelas hobiis.

Anda bisa meracik pupuk hidroponik sediri dengan harga yang lebih murah. Yaitu dengan jalan melarutkan pupuk daun ke dalam air. Semisal Gandasil. Gunakanlah gandasil merah untuk tanaman yang masih dalam fase pertumbuhan. Sedangkan buat tanaman yang sudah memasuki usia pembungaan berikanlah gandasil merah.

Keuntungan lainnya yaitu tanaman menjadi terbebas dari gangguan hama keong, semut maupun rayap. Media dalam pot yang digenangi secara periodik menjadikan mahluk-mahluk pengganggu tersebut enggan mendekat.

Sistem hidroponik pasang surut bisa diibaratkan sebagai sebuah paru-paru. Saat air menggenang dan membasahi media, maka gas-gas sisa metabolisme yang dikeluarkan oleh akar akan terpompa keluar. Demikian pula sebaliknya, ketika air meninggalkan media dalam pot, maka udara baru dari luar yang banyak mengandung oksigen akan tersedot ke dalam media tanam. Hai itu tentunya menjadikan tanaman semakin tumbuh subur dan sehat.

Sistemnya dapat dibuat sendiri

 

Peralatan hidroponik semacam ini ternyata dibuat dengan bahan yang sederhana. Berbagai bahan utama penyusunya yaitu pipa paralon, kni dan pipa T berdiameter 1 inch, corong minyak berdiameter 20 cm, pompa akuarium, dan berbagai komponen elektronik untuk merakit timer.

Sebelum merakit kita harus membuat perencanaan lebih dulu. Kekuatan pompa air harus disesuaikan dengan tinggi unti hidroponik yang akan dibuat. Semisal pompa dengan kekuatan 25 watt bisa dipakai untuk memopa air setinggi 1,8 m, 8 watt memiliki daya tekan setinggi 0,5m dan pompa 12 watt berkemampuan menekan air setinggi 0,8 m. Ukuran seperti itu biasanya tertera pada kemasan pompa yang kita beli.

Langkah berikutnya yaitu menyusun unit hidroponik. Pipa paralon kita rakit satu dengan yang lainnya dengan pipa T. Ujung pipa T yang lain kita gunakan untuk menempatkan corong minyak. Sebelum dipasang, corong minyak harus dicat hitam dulu. Tujuannya supaya lumut tidak tumbuh.

Pompa yang sudah kita pilih lalu dihubungkan dengan saluran pemasukan. Sambung saluran pengeluaran dari pompa dengan saluran pemasukan yang menuju ke unit hidroponik. Gunakan selang plasti berdiameter 5/8 inch untuk melakukan penyambungan terebut.

Timer adalah saklar otomatis yang berfungsi untuk mengatur kerja pompa air. Berbagai komponen pokok yang terdapat pada timer yaitu kondensator atau resistor, relay, dan potensio meter. Kondensator adalah komponen yang berfungsi mengatur interval waktu kerja pompa air. Semakin besar ukuran kondensator maka, interval waktu kerja pompa semakin lama. Relay adalah komponen yang bertugas sebagai sakelar otomatis.

Kabel input menuju timer lalu kita sambungkan dengan saklar. Sedangkan kabel output dari timer kita sambungkan dengan pompa air.



Categories

%d bloggers like this: