Posted by: agriculturesupercamp | December 21, 2007

Cerdas Mencermati Bisnis Anthurium

anthurium4.jpg

 Foto : Koleksi Franz J.B.

Ratusan juta rupiah dari helaian daun anthurium telah membuat banyak orang tergiur ikut meraup untung dari daun tanaman keluarga araceae itu. Maka tidak heran bila banyak orang terhanyut dalam mimpi dan harapan kemilau daun anthurium.

Mimpi dan berharap memang tidak ada yang melarang. Sebab, hidup lebih indah itu berawal dari sebuah idealisme yang bersumber dari mimpi dan harapan indah.
Akan tetapi, agar tidak terhanyut dalam mimpi dan harapan indah kosong, disarankan agar Anda menyesuaikan dengan kondisi riil yang sedang Anda sandang.
Demikian pula dengan bisnis anthurium. Ikut berbisnis anthurium memang tidak ada yang melarang. Maraknya bisnis anthurium saat ini lebih diwarnai oleh tren. Bisnis seperti itu banyak dianut oleh para spekulan. Tanpa pengalaman yang memadai dan network yang cukup, bisnis berbau spekulan seperti ini sangat riskan dan tidak dianjurkan dilakukan oleh pemula.

Bisnis berbau spekulasi seperti ini sangat mirip seperti bermain valas. Harga dan jenis anthurium yang diidolakan atau menjadi tren berubah setiap saat. Sangat cepat. Kondisi seperti itu bisa terlihat beberapa waktu lalu. Anthurium jenis hookeri dan wave of love sempat mencuat naik dengan diikuti harga yang meroket. Namun, tren ini berlangsung tidak lama. Hal ini telah banyak membuat calon pebisnis baru terkecoh dan menanggung buntung.

Perubahan informasi dalam dunia bisnis anturium bisa dicermati dengan jalan membangun network yang luas. Melalui jaringan kerja, tren jenis dan harga anthurium di daerah lain atau di luar kota bisa diintai. Sehingga Anda bisa bertindak tepat untuk mengantisipasi segala sesuatu kemungkinan yang bakal terjadi.

Network yang diangun akan menjadi kian jitu bila di dalam matarantai bisnis itu terlibat trend setter. Di dalam dunia bisnis anthurium, trend setter semacam ini sering disebut sebagai “Sang Penggoreng”.

Pengalam menunjukkan bahwa “bendera kejayaan” anthurium tidak direbut oleh para spekulan. Namun dimiliki oleh petani tanaman hias yang selalu setia & konsisten terhadap Anthurium. Mereka tidak berpaling dari anthurium ketika tanaman ini dihargai sangat murah.

Kondisi seperti itu dialami oleh Deni, petani anthuriu di kawasan Karang Anyar. “Saya sudah lalama menanam anthurium. Dulu harganya sangat murah. Saya sama sekali tidak tahu kalau harga tanamn ini bakal naik. Makanya saya saat ini merasa salah langkah. Banyak anthurium indukan yang saya lepas ketika banyak orang yang menawar dengan harga tinggi. Akibatnya saya sekarang tidak punya indukan yang bertonmgkol,” papar Deni.

Pria yang memiliki usaha percetakan itu, juga tidak menggantungkan diri sepenuhnya pada bisnis anthurium. Menu pilihan lain yang dijajakan di kebunnya yaitu krisan sebagai bunga potong. Saat ini, Deni terlihat telah mengantisipasi pengembangan bisnis berikutnya. Ia mengalokasikan pendapatan dari agribisnisnya untuk membuka seuah pusat belanja tanaman hias di daerah Karangpandan Di tempat itu selain dijadikan sebagai pusat belanja juga dibangun sebuah kafe dan rumah makan. “Menu bisnis” yang lengkap seperti itu memang seharusnya dilakukan oleh seorang praktisi agribisnis.

Semakin komplit “menu bisnis” yang disajikan, unit usaha tersebut akan memiliki kekebalan yang semakin bagus untuk menghadapi segala bentuk perubahan yang tidak menguntungkan. Singkatnya, ketika tren sebuah produk berlalu, seorang pengusaha masih memiliki senjata lain yang bisa diandalkan.

Pilihan lain yang bisa Anda lakukan yaitu membidik keluarga araceae sebagai proyek pengundang untung Anda. Beberapa keluarga araceae terbukti telah menjadi ratu tanaman hias yang diidolakan. Mereka adalah anthurium dan aglaonema. Masih banyak keluarga areceae lain yang berpotensi dijadikan sebagai tren. Beberapa diantaranya yaitu alokasia, phylodendron dan kaladium.

Dengan demikian, bagi Anda yang telah terlanjur berinfestasi besar untuk anthurium tak perlu khawatir. Tetaplah konsisten terhadap tanaman tersebut. Meski kelak tren telah memudar. Rawat dan lengkapi koleksi terus tanaman yang Anda miliki.

Semoga suatu saat trend pasti berpihak kepada Anda (Franz J.B.)

Properti : Koleksi Yoe Kok Siong (Kaliurang Garden Center, Yogyakarta)


Categories

%d bloggers like this: