Posted by: agriculturesupercamp | January 25, 2008

4 Unsur Kehidupan di Krakatau

4 Unsur Kehidupan di Krakatau

Tanpa hati yang peka, jiwa petualang itu hampa.  Sebab, perasaan puas sering menyeret seorang penjelajah tersesat dalam rimba kesombongan.

letusan-3.jpg  

 Foto : Koleksi Franz J.B.

 Duduk santai menghadap kawah anak krakatau bisa membuat kita semakin menyadari asal-muasal kehidupan. Menu pemandangan yang disuguhkan sangat lengkap.  Semua unsur penyusun kehidupan tersaji dalam sebuah pemandangan yang indah.  Air, tanah, angin dan api.  

Jauh dari pencemaran

Anda bisa menyaksikan air laut yang berwarna biru tanpa dinodai oleh sampah dan bercak hitam minyak industri.  Air laut juga menghadirkan energi lembut yang menjelma sebagai suara debur ombak.  Sementara itu, unsur tanah terlihat sebagai gugusan pulau dan gundukan gunung anak krakatau yang aktif.  Dari dalam perut anak gunung itu singgah unsur api yang berwujud lelehan magma yang setiapkali disemburkan menerobos mulut kepundan.

Pemandangan air lain yang bisa Anda saksikan yaitu aktivitas nelayan.  Sebagian penduduk Pulau Sebesi menggantungkan hidup dari kemurahan laut.  Kualitas ekologi laut di daerah itu masih terjaga baik.  Belum tercemar oleh tumpahan minyak industri, solar kapal dan timbunan sampah.  Sehingga beraneka jenis ikan betah singgah di kawasan perairan Kepulauan Krakatau dan Sebesi.  Fauna itu menjadi menu harian penuh gizi bagi penduduk setempat.

Nelayan di sana pintar mengundang perhatian ikan.  Mereka  menggunakan bantuan rumpon sebagai alat pengundang ikan.  Rumah tipuan ikan itu dibuat dari daun pohon kelapa yang sudah kering. Bahan baku rumpon semacam ini sangat berlimpah di sana. Daun kelapa kering dirangkai lalu diikat ,diberi pemberat yang terbuat dari karung berisi pasir.  Sebagai tanda, nelayan kreatif itu memasang pelampung yang dibuat dari botol bekas pengemas air mineral. Juntaian daun kelapa yang melambai-lambai di dalam air terlihat seperti gangang.  Beraneka ikan pun menyelinap di antara ganggang palsu itu.

kepundan.jpg

 Foto : Koleksi Franz J.B.

Menginap di Sebesi

Perjalanan menuju Krakatau bisa diawali dari Pelabuhan Canti.  Tempat ini berlokasi di Kecamatan Raja Basa, Lampung Selatan.  Hanya ada dua kali jadwal pelayaran di pelabuhan itu.  Yakni pada pagi hari pukul 6 dan siang hari pukul 2. 

Aktifitas Pelabuhan Canti cermin perekonomian Pulau Sebesi dan Kepulauan Krakatau.  Dari pelabuhan ini, Anda sudah bisa menebak mata pencarian penduduk pulau yang akan Anda tuju.  Umumnya, kapal yang bersandar di Dermaga Canti dipenuhi oleh muatan berupa buah kelapa dan petai.  Itulah hasil bumi andalan penduduk di pulau Sebesi.

Perjalanan dari Pelabuhan Canti menuju Pulau Sebesi memakan waktu 3 – 4 jam.  Adakalanya Anda harus merelakan diri berdesakan dengan kerbau atau binatang ternak lain selama di dalam kapal.  Sesampainya di Pulau Sebesi, Anda bisa menyewa penginapan.  Bila Anda 5tertarik menyaksikan aktivitas anak

Krakatau, maka Anda harus menyewa kapal dari pulau Sebesi.  Perjalanan itu memakan waktu 2 jam.  Agar lebih aman, disarankan setelah sampai di kepulauan krakatau Anda melaporkan diri lebih dulu ke pos penjagaan.  Tempat ini berlokasi di pulau Panjang. 

Agar bisa menyaksikan letupan magma dari kawah, Anda harus berlayar menuju arah selatan Anak Krakatau.  Sebab, lubang kepundan raksasa laut ini terletak di puncak sebelah selatan. Ketika magma meledak dari kepundan, Anda bisa melihat batuan seukuran kerbau yang masih berpijar terlempar tinggi, lalu jatuh menggelinding ke laut.

Usai berkunjung, dijamin jiwa Anda kembali bugar (Franz J.B.)


Categories

%d bloggers like this: