Posted by: agriculturesupercamp | January 25, 2008

Nursery & Barang Bekas

Nursery & Barang Bekas

Inovasi Cerdas dalam Berinvestasi

hidropnik.jpg

 Foto : Koleksi Franz J.B.

Properti : Parung Farm

Cobalah tengok aliran sungai di Jakarta.  Di dalamnya, Anda bisa menemukan puluhan jenis barang rongsokan mengapung dan menghambat aliran air.  Pernahkah Anda berfikir dan mengamati aneka barang bekas yang mengapung di sungai itu?  Apa saja jenisnya dan masih bisa kah dimanfaatkan  Styrofoam dan gelas plastik bekas pengemas air mineral adalah benda yang paling banyak mengapung di perairan Jakarta.  Bagi orang-orang kreatif dan arif, benda-benda seperti itu bisa disulap menjadi barang penuh manfaat.

                 Hermanto, pengusaha tanaman hias di Tangerang adalah salah satunya.  “Saya sering lho ditertawain orang gara-gara memungut styrofoam bekas kemasan buah di supermarket.  Padahal bagi saya benda tersebut masih memiliki manfaat banyak buat tanaman,”papar Hermato, petani tanaman hias di Tangerang. Ribuan tanaman hias di kebunnya terlihat tumbuh kompak berkat busa bekas kemasan buah. 

                 Stres dialami tanaman seusai menjalani perjalanan jauh.  Kondisi seperti itu sering dialami terutama oleh tanaman yang baru diimpor.  Umumnya tanaman itu akan layu.  Sehingga tangkainya menjadi terkulai.  Bila keadaan ini tidak diatasi, penampilan tanaman menjadi tak menarik.  Tajuknya yang terbentuk menjadi tidak kompak.

                  Setelah tanaman tiba di nursery,  Herman langsung merendam akar tanaman itu dalam larutan antistres.  Ramuan itu adalah vitamin B1 untuk tanaman.  Langkah berikutnya, tanaman ditanam dalam media tanam yang sudah diracik.  Agar tangkai daunnya tanamanya bisa tumbuh tegak,  Hermanto membelongsong tanaman tersebut dengan styrofoam bekas pembungkus buah.

                “Benda ini memiliki banyak lubang, sehingga tanaman di dalamnya tidak busuk.  Selain itu, pembungkus bekas ini juga tahan air.  Jadi bisa awet,” kata Hermanto menuturkan keunggulan styriofoam bekas pembungkus buah.

                  Herman juga memanfaatkan styrofoam bekas pembungkus barang-barang elektronik. “Benda ini sangat bagus   dipakai sebagai landasan media tanam.  Fungsinya sebagai lapisan darinasi dalam pot,” ungkap Herman. 

                 Cara membuatnya sangat mudah.  Busa bekas pengemas elektronik diiris-iris sehingga berbentuk balokan-balokan seukuran ibu jari tangan orang dewasa.  Setelah itu, irisan balok tersebut dimasukkan ke dalam pot.  Tepatnya dibadian paling bawah di dalam pot.  Setelah itu media tanam ditimbunkan di atasnya sembil menanam jenis flora yang Anda sukai.

                 Barang bekas lain yang bisa Anda manfaatkan sebagai sarana pendukung “Hobi Hijau” yang Anda tekuni yaitu gelas plastik bekas kemasan air mineral.  Parung farm, sebuah perkebunan organik di Sawangan bogor telah memanfaatkan benda ini sebagai tempat menanam sayuran hidroponik sekala rumah tangga. 

                 Peranti hidroponik seperti ini bisa dilengkap dengan timer ekeltronik.  Alat ini bertugas mengatur kerja pompa air yang mendistribusikan larutan pupuk kepada tanaman.  Dengan demikian, Anda tak perlu repot-repot menyiram tanaman.

                 “Saya senang berkunjung ke pasar loak.  Di sana bisa saya bisa mendapat banyak barang bermanfaat, papar Sudibyo Karsono, pemilik Kebun organik Parung Farm sekaligus pencipta peranti pengairan hidroponik otomatis. Barang-barang bekas lain yang dimanfaatkan oleh Dibya yaitu boks tempat makan yang dimanfaatkan sebagai kotak pelindung timer, Botol bekas airmunim ayam, dan nampan plastik.

                 Dengan sistim hidoponik mungil ciptaan pria yang akrab dipanggil Dibyo tersebut, pehobi bisa memanen sayur secara rutin langsaung dari dapur.    Tak lagi repot berbelanja sayur ke pasar.  Energi dan biaya bensin ke pasar bisa disubsidi silangkan untuk melengkapi lauk atau hal lain yang lebih bermanfaat.

                Makanya, Jangan buang percuma barang bekas.(Franz J.B.)   


Categories

%d bloggers like this: