Posted by: agriculturesupercamp | January 26, 2008

Tanaman Indoor Antipolutan

Indoor Plant

Tangkis Renggutan Gas Polutan

               Meski mungil, dua helai daun tanaman antipolutan sanggup menyokong 1500 liter udara bersih untuk Anda selama 24 jam non-stop. Mereka juga siap membetengi paru-paru dari renggutan gas polutan. 

tanaman-indoor.jpg

Foto : Koleksi Franz J.B.

Sansivieria sangat efektif digunakan sebagai tanaman indoor antipolutan

              “ Sick Building Syndrome”, itulah julukan “keren” bagi penyakit yang kerap menerjang penguni kantor. Sekerean apa pun namanya, tetap saja penyakit. Ditandai dengan gejala hidung meler, kepala pusing , perut mual, hingga badan lemas. Jika kondisi itu rutin dialami setiap hari, tak pelak berbagai penyakit kronis pasti dituai. 

              Menurut Yayat Supriyatna dosen Planologi Universitas Trisakti Jakarta, setiap 1000 orang penduduk Ibu Kota butuh ruang hijau seluas 0,95 ha. Artinya, setiap kepala menghendaki dukungan hidup dari helaian daun seluas 9,5 m². Jika dirata-rata, besaran itu kira-kira sama dengan luas daun Aglaonema sebanyak 1 pot.

Polutan sebagai ancaman

              Pencemaran udara tak hanya keluar dari cerobong asap maupun kenalpot kendaraan di jalan raya. Seperti musuh dalam selimut, senyawa berbahaya juga banyak bergentayangan di dalam ruangan atau kantor. Senyawa itu mudah terhirup hidung saat kita bersantai maupun bekerja. 

              Banyak benda di dalam kantor dan rumah yang bisa menjadi sumber gas beracun. Semisal lapisan plitur, cat dan vernis pembalut meja-kursi antik kesayangan Anda. Bukan itu saja, tisu, kertas, kayu lapis, cairan pembersih, asap rokok, uap tinta, uap lem, plastik, detergen beserta remukan fiber glass juga bisa menjadi sumber gas polutan berisiko tinggi.

              Gas polutan itu banyak macamnya. Contoh, Formaldehyde, amonia, benzena, Karbon monoksida, xylene, dan trichloroethylene. Mereka bisa memicu segudang penyakit. Iritasi lapisan membran mucous (kelenjar dalam mulut), gangguan saluran pernafasan, radang tenggorokan dan astma kerapkali disebabkan oleh formaldehyde. Sementara itu, Trichloroethylen bersifat karsinogenik, alias biang penyebab kanker. Terutama kanker hati.

             Takut, atau tak mau tahu karena takut itu bukan jalan keluar terbaik. Apalagi harus menutup hidung dengan masker di ruang kerja. Aneka macam jenis tanaman antipolutan siap dipekerjakan sebagai “cleaning sevice” yang senantiasa rajin menyedot polutan di rumah maupun di kantor Anda.

Agen Sedot Hayati

             Ada banyak jenis tanaman indoor yang bisa Anda karyakan sebagai penolak polutan. Mereka memiliki spesialisasi sedot berlainan. Pakis boston, bambu, palem, Philodendron, dan Sansevieria adalah ahli sedot polutan yang berasal dari senyawa formaldehyde

             Serahkan problem gas beracun yang bersumber dari senyawa trichloroethylen kepada tanaman gebera, krisan dan Dracena deremansis atau bambu rejeki. Sementara itu, Chlorophytum cosmosum vitatum alias lili paris, dan palem adalah tukang sedot sepesialis gas xylene.

             Tiap tanaman antipolutan punya teknik sedot berlainan. Nephrolepis exaltata ‘Bostoniensis’ atau pakis boston menggunakan stomata sebagai “facum cleaner” untuk penyedot aneka gas beracun. Piranti renik itu banyak tersebar di bawah helaian daun. Gas beracun yang telah diserap stomata akan memasuki sistim metabolisme dalam tubuh Si paku boston. Di sana, gas penuh bahaya itu dirombak dan disulap menjadi zat bermanfat. 

             Hasil perobakan lalu dikirim menuju zona perakaran. Olahan berbahan baku racun itu sebagian disuguhkan kepada bakteri yang nebeng di akar. Hidangan itu tak membuat para bakteri binasa. Sebab, mahluk miskroskopis tersebut memang hobi menyantap menu seperti itu. Bahkan ketika jatah ransum tak kunjung diberikan, bakteri pun secara swadaya mampu mengurai zat polutan menjadi makanan pokok harian. Teknik hisap polutan serupa juga dilakukan oleh Sansevieria, wali songo, Draceana, krisan, dan gerbera.

            Metoda sedot lain dilakukan oleh sirih belanda. Polutan yang telah dihisap melalui stomata akan diteruskan masuk melalui sitosol menuju vakuola (ruang sel yang berisi cairan). Teknik sedot ini sangat efektif untuk menyapu pencemaran logam berat. Semisal Cd, Zn, Mn, dan Hg. Keajaiban itu terjadi berkat adanya perpindahan protein (antiporter) yang menukar proton dengan ion metal. Kondisi ini terjadi bila logam berat telah terakumulasi di dalam vakuola dan sitosol. 

            Aglaonema memiliki trik hisap tersendiri. Media tanam beserta daun tanaman keluarga Araceae ini banyak mengeluarkan uap air. Kondisi seperti itu mengakibatkan udara dalam ruangan menjadi lembap. Selain uap, Aglaonema juga rajin menyemprotkan senyawa yang dinamai phytochemical. Zat ini berkhasiat untuk menekan pertumbuhan sepora jamur dan bakteri merugikan dalam ruangan. 

            Hasil penelitian Associated Landscape Contractors of America menemukan bahwa phytochemical mampu menekan populasi bakteri dan spora jamur merugikan hingga 50 -60%. Di alam, hal seperti itu terjadi sebagai salah satu mekanisme tumbuhan untuk bertahan dan melindungi diri dari serangan pathogen.

            Unjuk kerja dan kapasitas sedot tiap tanaman pun berlainan. Ronald Wood, peneliti dari Urban Horticulture Unit, University of technology Sydney mengungkap bahwa tanaman krisan mampu mengurangi gas polutan yang gentayangan di dalam ruangan sebanyak 90%. Agar dicapai hasil maksimal, ruangan seluas 30m² dibutuhkan tanaman krisan sebanyak 2 – 3 pot.

            Pakis boston sanggup menyikat habis formaldehid sebesar 1800 mikrogram setiap hari. Tanaman saudara dekat suplir ini juga mampu menyerap polutan yang bersumber dari senyawa xylene sebanyak 208 mikrogram setiap jam. Supaya efisien, dianjurkan menanam paku boston sebanyak 2 pot untuk ruangan seluas 30m² .

            Sirih belanda (Epipremnum aureum) termasuk salah satu tanaman anti- polutan berkapasitas penyerapan besar. Tumbuhan merambat berdaun kuning ini mampu meredam 53% dari total benzena sebesar 0,156 ppm per hari. Sirih belanda juga sanggup menekan 67% dari total formaldehid 18 ppm dan 75% dari total Karbon monoksida sebesar113 ppm.

             Seusai menyerap polutan dalam jumlah banyak, daun akan mengalami kejenuhan. Daya sedot daun semakin menurun seiring kian uzurnya usia daun yang bersangkutan. Nah, daun tua seperti itu wajib dicukur. Tujuannya supaya daun muda lekas tumbuh kembali.

             Udara sehat pun senantiasa bisa Anda nikmati (Franz J.B.).

Aneka Tukang Sedot Polutan

Paku Boston Nephrolepis exaltata Bostoniensis Penyerap paling ampuh

Palem Chyrsalidocarpus lutescens Penyerap banyak polutan

Palem bambu Chemaedorea seifrizii Formaldehid, benzena, Trichloroethylene, dan Penguapan tinggi

Karet hias Ficus robusta Formaldehid

Dracaena  Draceana deremensis Formaldehid

Ivy Hedera helix Formaldehid

Palem phoenix  Phoenix roebelenii Xylene

Lili air Spathiphyllum sp Alkohol, aseton, Formaldehid, Benzene, Trichloroethylene

Dracaena Dracaena fragans massangeana Formaldehid

Sirih Belanda Epipremnum aureum Formaldehid

Paku Neprolepis obliterata Formaldehid, alkohol

Krisan Chrysanthemum morifolium Formaldehid, benzene, Ammonia.Gerbera Gerbera jamesonii Transpirasi tinggi

Dracaena Dracaena deremensis warneckei Benzene

Dracaena Dracaena marginata Xylene dan Trichloroethylene 

Schefflera Brassaia actinophylla Formaldehid.

About these ads

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: